Arti Ideologi Tersembunyi dari The French Renaissance

Renaissance adalah istilah yang digunakan oleh para sarjana pada abad ke-19 untuk menggambarkan kegiatan seniman dan intelektual Eropa dari abad ke-14 hingga abad ke-16. Renaissance adalah kata Perancis, yang berarti "kelahiran kembali" atau "rinascinento" dalam bahasa Italia. Istilah ini juga dapat dijelaskan sebagai 'Bangkit Kembali' atau 'Pembaruan pengetahuan'. Periode renaissance adalah usia eksplorasi, eksperimen, realisasi diri dan pembukaan dunia baru tidak hanya dalam artistik tetapi juga imajinasi dan kreativitas. Orang mulai berpikir, beralasan dan menganalisis setiap aspek kata, perbuatan, dan konvensi aturan masyarakat. Itu memang periode pencerahan dunia.

Periode tersebut membawa suatu sikap baru terhadap kehidupan yang dicirikan oleh rasa ingin tahu, penelitian, dan kebebasan berpikir yang ditentang secara salah oleh gereja. Gereja Katolik Roma di Roma dan kota-kota sekitarnya di Italia memiliki konvensi atau menetapkan prinsip-prinsip yang menurut mereka tidak boleh dilanggar. Gereja mendominasi setiap aspek kehidupan orang dan pengetahuan wajib militer. Mereka mengeksploitasi orang-orang dalam hal uang dan harta mereka karena ketidaktahuan mereka. Itu selama periode ini dalam sejarah manusia di mana orang-orang seperti Martin Luther mulai mempertanyakan konvensi yang dikenakan oleh gereja. Mereka meneliti ilmu pengetahuan, astronomi, seni dan filsafat dan teori-teori lain yang diusulkan dunia.

Sebelum periode Renaissance, pengetahuan dibatasi untuk orang kaya di masyarakat yang dapat membeli buku-buku yang ditulis tangan oleh para biarawan dan biarawati yang terpelajar dari gereja. Namun, pengetahuan menjadi berlimpah dan lebih murah setelah penemuan mesin cetak pertama oleh seorang Jerman bernama Johannes Gutenberg. Ini membuka jalan bagi orang-orang untuk mengungkap kebohongan gereja yang membawa keresahan sosial, konflik politik, konflik agama dan beberapa bentuk peperangan.

Renaissance, muncul sebagai gaya yang berbeda di Italia pada sekitar 1400, sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam filsafat, seni, pemerintahan, teologi, sastra, musik dan sains dan aspek-aspek lain dari masyarakat. Seni Renaissance dianggap sebagai "kelahiran kembali" tradisi kuno yang mengambil dasar seni klasik dalam seni dan budaya Yunani dan Romawi. Namun, tradisi-tradisi ini ditransformasikan oleh penyerapan perkembangan terkini dalam seni Eropa Utara dan dengan penerapan pengetahuan ilmiah kontemporer. Seni Renaissance menyebar ke seluruh Eropa, mempengaruhi baik seniman maupun pelanggannya dengan pengembangan teknik-teknik baru dan kepekaan artistik baru. Seni Renaissance menandai transisi Eropa dari periode abad pertengahan ke zaman modern awal.